Jumat, 23 Desember 2016

Dendam


Sang aku menaruh luka sejak 12 tahun lalu

Sang aku membiarkan pintu terbuka sehingga luka-luka itu masuk dan mengendalikanku



Tak apa,

Tali-tali telah terjalin dan terputus begitu saja

Tak ada yang peduli bahwa waktuku terhenti ketika tali-tali itu putus

Dicambukkan ke jiwaku, berkali-kali

Mengundang luka yang bahkan tak mau beranjak pergi dari punggungku



Hahahahahahah

Bedebah

Gagak itu sedari tadi bernyanyi dengan suaranya yang jelek

Mencemooh sang aku yang diperdaya luka

“Kamu pendosa!” teriaknya sambil tertawa



Sang aku telanjang, tapi tidak mati

Sang aku telah memenuhi persembahannya kepada luka

Sambil masih mengagumi tubuh lanang, rebah di sampingnya, bersemu merah

Sang aku beradu pandang dengan gagak

Lanang telah kehilangan hati

Ia telah mati

Luka telah bersemayam dan mengucapkan sabdanya

Sang aku bercinta dengan gagak

Sambil berpikir bahwa kebenaran masih belum ditemuinya

Saat ia mengayunkan pisaunya tepat menuju jantung laki-laki itu

Hampa

Luka yang mengikutinya selama 12 tahun tak juga pergi

Keperawanannya terbawa mati


Tidak ada komentar:

Posting Komentar