Sang
aku menaruh luka sejak 12 tahun lalu
Sang
aku membiarkan pintu terbuka sehingga luka-luka itu masuk dan mengendalikanku
Tak
apa,
Tali-tali
telah terjalin dan terputus begitu saja
Tak
ada yang peduli bahwa waktuku terhenti ketika tali-tali itu putus
Dicambukkan
ke jiwaku, berkali-kali
Mengundang
luka yang bahkan tak mau beranjak pergi dari punggungku
Hahahahahahah
Bedebah
Gagak
itu sedari tadi bernyanyi dengan suaranya yang jelek
Mencemooh
sang aku yang diperdaya luka
“Kamu
pendosa!” teriaknya sambil tertawa
Sang
aku telanjang, tapi tidak mati
Sang
aku telah memenuhi persembahannya kepada luka
Sambil
masih mengagumi tubuh lanang, rebah di sampingnya, bersemu merah
Sang
aku beradu pandang dengan gagak
Lanang
telah kehilangan hati
Ia
telah mati
Luka
telah bersemayam dan mengucapkan sabdanya
Sang
aku bercinta dengan gagak
Sambil
berpikir bahwa kebenaran masih belum ditemuinya
Saat
ia mengayunkan pisaunya tepat menuju jantung laki-laki itu
Hampa
Luka
yang mengikutinya selama 12 tahun tak juga pergi
Keperawanannya
terbawa mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar